Kekalahan Manchester City dari Manchester United mendorong mereka semakin tertinggal dalam perburuan gelar. Meskipun Arsenal berbagi poin dengan Nottingham Forest, Cityzens kini tertinggal tujuh poin dari The Gunners setelah 22 putaran pertandingan.
Itu bukanlah celah yang tidak bisa diatasi, namun cara bermain Cityzens sepertinya sudah cukup besar. Meski menguasai hampir 70% penguasaan bola saat Manchester City kalah melawan Manchester United, pasukan Pep Guardiola beruntung tidak mengalami kekalahan lebih besar di Old Trafford pada pertandingan pertama Michael Carrick sebagai pelatih.
Papan peringkat
| Pangkat | Nama | Skor | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Lanre | 4/6 | 75-an |
Kekalahan Manchester City Melawan Manchester United Menampilkan Penampilan Tidak Kompeten dari Sejumlah Pemain
Bahkan sebelum pertandingan dimulai, sudah bisa ditebak bahwa United akan bermain imbang dan akan menggunakan blok rendah terlebih dahulu. Mereka melakukan hal yang sama dan melakukan serangan balik secara berkala melawan Manchester City.
Namun, ketidakmampuan Manchester City membongkar pertahanan United lah yang paling menonjol pada laga tersebut. United hanya menguasai 28% penguasaan bola dalam pertandingan tersebut dan hanya mendapatkan satu tendangan sudut selama 90 menit penuh. Meski begitu, mereka berhasil membelah pertahanan Cityzens dengan serangan balik eksplosif terutama dengan bantuan Bruno Fernandes, Amad Diallo, Patrick Dorgu, dan Bryan Mbeumo. Hal itu akhirnya berujung pada kekalahan Manchester City.
Dengan dua bek tengah yang tidak berpengalaman menjadi starter karena absennya pasangan Ruben Dias dan Josko Gvardiol yang cedera, bek sayap Manchester City tidak bisa sering melakukan overlap untuk membantu pemain sayap mereka. Namun, hal itu diperlukan untuk memecahkan blok rendah United. Hampir setiap kali bek sayap City menyerang, United membalasnya dengan serangan balik yang cepat.
Di antara para pemain City, hanya Jeremy Doku, Rodri, Rayan Cherki dan Gianluigi Donnaruma yang menunjukkan hasrat yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan. Bernardo Silva dan Phil Foden, dua pemain senior Manchester City, menjalani pertandingan yang tak terlupakan, dengan pemain terakhir digantikan oleh Cherki di babak pertama. Sedangkan bagi Erling Haaland, pemain Norwegia itu hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran, yang diblok oleh Lisandro Martinez. Haaland belum pernah mencetak gol dari permainan terbuka dalam tujuh pertandingan liga terakhirnya.
Hal ini membuat orang bertanya-tanya apakah para pemain Manchester City dan manajer mereka memiliki motivasi yang cukup untuk berusaha keras meraih gelar lainnya. Mereka telah memenangkan enam gelar Liga Premier dalam delapan tahun terakhir dan mungkin, mereka tidak memiliki rasa urgensi yang cukup untuk berusaha sekuat tenaga demi gelar lainnya. Mungkin, ada cukup banyak rasa puas diri di antara sebagian besar pemain mereka.
Apakah Ini Musim Terakhir Pep Guardiola di Manchester City
Jika Manchester City menghabiskan satu musim lagi tanpa trofi, yang akan menjadi musim kedua berturut-turut, pertanyaan akan muncul mengenai masa depan Guardiola di klub. Standar di Manchester City tetap sangat tinggi, yang berarti bahwa manajer sesukses Guardiola pun tidak bisa lepas dari kritik dan pengawasan. Menyelesaikan musim tanpa trofi mungkin akan memaksa pria Spanyol berusia 55 tahun itu untuk mempertimbangkan masa depannya di klub.
Ya, pertahanan Manchester City sudah terkuras, tetapi kita tidak bisa mengabaikan betapa biasa penampilan Nico O’Reilly dan Rico Lewis saat melawan Amad Diallo dan Patrick Dorgu. Meski mendominasi penguasaan bola, Cityzens kesulitan menguji Senne Lammens dengan baik. Antoine Semenyo sebagian besar tidak efektif dan Bernardo serta Foden, seperti yang telah disebutkan, hanya melakukan tindakan yang berkontribusi pada kekalahan Manchester City.
Manchester City kini telah mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan terakhirnya, yang sangat membantu Arsenal. The Gunners kehilangan poin saat melawan Nottingham Forest, namun kekalahan dari Manchester City mengurangi tekanan pada mereka. Sekarang saatnya pasukan Guardiola untuk bangkit dan menunjukkan bahwa mereka serius.
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.